Literasi digital atau disebut juga
dengan literasi informasi digital
yaitu keahlian yang berkaitan dengan penguasaan sumber dan perangkat digital.
Mereka yang mampu menguasai perangkat digital yang mutakhir dicitrakan sebagai
penggenggam masa depan dan sebaliknya yang tertinggal akan semakin sempit
kesempatannya untuk meraih kemajuan.
> empat
kompetensi inti yang perlu dimiliki seseorang sehingga dapat dikatakan
berliterasi digital antara lain:
1.
Pencarian di Internet (Internet Searching)
menjelaskan
kompetensi sebagai suatu kemampuan seseorang untuk menggunakan internet dan
melakukan berbagai aktivitas di dalamnya
2.
Evaluasi Konten Informasi (Content Evaluation)
menjelaskan
kompetensi ini sebagai kemampuan seseorang untuk berpikir kritis dan memberikan
penilaian terhadap apa yang ditemukan secara online disertai dengan kemampuan
untuk mengidentifikasi keabsahan dan kelengkapan informasi yang direferensikan
oleh link hypertext.
3.
Penyusunan Pengetahuan (Knowledge Assembly)
menjelaskan
kompetensi ini sebagai suatu kemampuan untuk menyusun pengetahuan, membangun
suatu kumpulan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dengan kemampuan
untuk mengumpulkan dan mengevaluasi fakta dan opini dengan baik serta tanpa
prasangka. Hal ini dilakukan untuk kepentingan tertentu baik pendidikan maupun
pekerjaan.
4.
Pandu Arah Hypertext (Hypertextual Navigation)
menjelaskan
kompetensi ini sebagai suatu keterampilan untuk membaca serta pemahaman secara
dinamis terhadap lingkungan hypertext. Jadi seseorang dituntut untuk memahami
navigasi (pandu arah) suatu hypertext dalam web browser yang tentunya sangat
berbeda dengan teks yang dijumpai dalam buku teks.
- Manfaat Literasi digital:
Berperan penting bagi
kehidupan seseorang selain menggunakannya di dalam pekerjaan atau profesi
mereka. Literasi digital juga digunakan untuk hal yang bersifat umum seperti
menerima informasi dari berbagai sumber. Mereka menggunakan literasi digital
untuk menyeleksi berbagai informasi yang berguna bagi kehidupannya sehingga
mereka tidak membuang waktu mereka dengan informasi yang tidak bermutu.
- Dampak Globalisasi
Literasi digital
berdampak pada pustakawan karena dia harus menguasai literasi informasi serta
literasi lainnya sehingga memungkinkan pustakawan mengembangkan kegiatan
literasi informasi di lingkungannya. Pengetahuan latar belakang juga
menimbulkan masalah pada pendidikan pustakawan. Pengalaman menunjukkan bahwa
pustakawan yang berbasis sarjana ilmu perpustakaan merasakan kurang bekal ilmu
pengetahuan lain onilmu perpustakaan untuk kepentingan pekerjaannya. Maka banyak pustakwan yang bergelar sarjana ilmu
perpustakaan, manakala sudah bekerja, melanjutkan pendidikan di tingkat
pascasarjana bidang lain seperti komunikasi, pendidikan, sejarah dll. Keadaan
semacam itu mencetuskan gagasan mengapa beberapa lembaga penyelenggara
pendidikan pustakawan lebih memusatkan pada pendidikan pascasarajana disertai
dengan kegiatan riset sedangkan lembaga lain tetap berkonsentrasi pada program
sarjana saja. Juga secara tidak langsung hal itu nampak pada usulan Forum
Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi yang mengusulkan agar kepala
perpustakaan universitas adalah mereka yang bergelar magister ilmu perpustakaan
atau yang lebih tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar