Happy Cat Kaoani Bertha Samahita K: Literasi Digital

Senin, 28 November 2016

Literasi Digital

Literasi digital atau disebut juga dengan literasi informasi digital yaitu keahlian yang berkaitan dengan penguasaan sumber dan perangkat digital. Mereka yang mampu menguasai perangkat digital yang mutakhir dicitrakan sebagai penggenggam masa depan dan sebaliknya yang tertinggal akan semakin sempit kesempatannya untuk meraih kemajuan.

> empat kompetensi inti yang perlu dimiliki seseorang sehingga dapat dikatakan berliterasi digital antara lain:
1. Pencarian di Internet (Internet Searching)
menjelaskan kompetensi sebagai suatu kemampuan seseorang untuk menggunakan internet dan melakukan berbagai aktivitas di dalamnya
2. Evaluasi Konten Informasi (Content Evaluation)
menjelaskan kompetensi ini sebagai kemampuan seseorang untuk berpikir kritis dan memberikan penilaian terhadap apa yang ditemukan secara online disertai dengan kemampuan untuk mengidentifikasi keabsahan dan kelengkapan informasi yang direferensikan oleh link hypertext.
3. Penyusunan Pengetahuan (Knowledge Assembly)
menjelaskan kompetensi ini sebagai suatu kemampuan untuk menyusun pengetahuan, membangun suatu kumpulan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dengan kemampuan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi fakta dan opini dengan baik serta tanpa prasangka. Hal ini dilakukan untuk kepentingan tertentu baik pendidikan maupun pekerjaan. 
4. Pandu Arah Hypertext (Hypertextual Navigation) 
menjelaskan kompetensi ini sebagai suatu keterampilan untuk membaca serta pemahaman secara dinamis terhadap lingkungan hypertext. Jadi seseorang dituntut untuk memahami navigasi (pandu arah) suatu hypertext dalam web browser yang tentunya sangat berbeda dengan teks yang dijumpai dalam buku teks. 

  • Manfaat Literasi digital:

Berperan penting bagi kehidupan seseorang selain menggunakannya di dalam pekerjaan atau profesi mereka. Literasi digital juga digunakan untuk hal yang bersifat umum seperti menerima informasi dari berbagai sumber. Mereka menggunakan literasi digital untuk menyeleksi berbagai informasi yang berguna bagi kehidupannya sehingga mereka tidak membuang waktu mereka dengan informasi yang tidak bermutu.

  • Dampak Globalisasi

Literasi digital berdampak pada pustakawan karena dia harus menguasai literasi informasi serta literasi lainnya sehingga memungkinkan pustakawan mengembangkan kegiatan literasi informasi di lingkungannya. Pengetahuan latar belakang juga menimbulkan masalah pada pendidikan pustakawan. Pengalaman menunjukkan bahwa pustakawan yang berbasis sarjana ilmu perpustakaan merasakan kurang bekal ilmu pengetahuan lain onilmu perpustakaan untuk kepentingan pekerjaannya.Maka banyak pustakwan yang bergelar sarjana ilmu perpustakaan, manakala sudah bekerja, melanjutkan pendidikan di tingkat pascasarjana bidang lain seperti komunikasi, pendidikan, sejarah dll. Keadaan semacam itu mencetuskan gagasan mengapa beberapa lembaga penyelenggara pendidikan pustakawan lebih memusatkan pada pendidikan pascasarajana disertai dengan kegiatan riset sedangkan lembaga lain tetap berkonsentrasi pada program sarjana saja. Juga secara tidak langsung hal itu nampak pada usulan Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi yang mengusulkan agar kepala perpustakaan universitas adalah mereka yang bergelar magister ilmu perpustakaan atau yang lebih tinggi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar